Tour Organizer

Web Link

YahooMessenger

  • mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
    mod_vvisit_counterHari Ini78
    mod_vvisit_counterKemarin147
    mod_vvisit_counterMinggu Ini487
    mod_vvisit_counterMinggu Kemarin1040
    mod_vvisit_counterBulan Ini1374
    mod_vvisit_counterBulan Kemarin3874
    mod_vvisit_counterTotal24877

    Online (20 menit yang lalu): 2
    IP Anda: 38.107.191.92
    ,
    Hari Ini: 10 Mar, 2010
    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul
    Kampoeng Baron Restaurant
    Written by Lutfi   

     

    Way to the coast in Gunungkidul very attractive to road-hogging is interesting experience along the road to a beautiful beach area in Gunungkidul Regency Yogyakarta, on the sidelines of the trip, we will be shocked to see a restaurant shaped village has appeared at the door tickets in the coastal attractions, with the name Kampoeng RM.

    Hilly area of Kampoeng Baron Restaurant was built with the concept of village-style houses. A pyramid and Javanese house which is still naturaly combined with a modern touch, visitors can find when entering the area Kampoeng Baron Restaurant. Then, over the hills and stood  gazebo like "cow shed", used as a lunch or dinner. Other facilities such as dining room kampung-style houses, building conference rooms with Java has been prepared for tourists abroad and domestically.

    Standing over an area of 1 hectare, Restaurant Kampoeng Baron present as a culinary tour in alternative Gunungidul District, located not far from the region Baron Beach, Baron Kampoeng Restaurant serving dish special menu Baron areas such as snapper and lobster soup, did not miss too Gunungkidul typical dish such as brown rice and vegetables lombok ijo, salted fish, fried tempe and know the most unique anymore as it proved the concept has been enjoyed by some European tourists so that any serving European cuisine on offer here is ready.

    To maintain cleanliness and health of the menus presented, has developed gradually vegetable garden and organic fruit that can be learned by visitors to be processed into food. Not only organic vegetables and fruit, the location Kampoeng Baron Restaurant, guests can also enjoy the thousands of plants are cultivated organically.

     
    Jelantur, Seni khas tradisional Gunungkidul
    Written by Lutfi, Budpar Gk.   
    There are no translations available.


    Kekayaan seni tradisional di Kabupaten Gunungkidul, Propinsi D.I Yogyakarta dikenal sangat beragam, hal tersebut karena banyaknya pengaruh budaya asing yang mempengaruhi yang dianggap layak dan baik serta mempunyai nilai luhur yang tinggi, oleh masyarakatnya diadopsi sehingga menjadi budaya baru di Gunugkidul, salah satunya adalah JELANTUR berasal dari kata Jelajah dan Tutur, merupakan hasil kesenian yang mendapat pengaruh dari Agama Islam adapun kesenian Jelantur dimaksudkan sebagai sarana untuk syiar Agama Islam khususnya di Gunungkidul dan sekitarnya.

    Pada Jaman dahulu dimana perkembangan Agama Islam belum begitu pesat, para wali khususnya Sunan Kalijaga menggunakan kesenian ini untuk berdakwah mengembangkan Agama Islam, yaitu dengan mengumpulkan orang banyak yaitu masyarakat yang masih banyak menganut kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme yang menurut Sunan Kalijaga perlu diperbaiki pola kehidupan masyarakatnya terutama mengenai pengetahuan agama yang baik dan benar sesuai ajaran yang dianut oleh Sunan Kalijaga tersebut, Setelah orang-orang datang berkumpul dan menyaksikan seni Jelantur, pada kesempatan itu pula Sunan Kalijaga memberikan nasehat-nasehat tentang Agama Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, berdasarkan dari Al Qur’an dan Hadits.

    Dalam kurun waktu yang telah lama berlalu dan sikap masyarakat yang telah banyak dipengaruhi oleh budaya modern ternyata masyarakat Gunungkidul masih tetap melestarikan seni budaya Jelantur ini dan dibuktikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan menampilkan kesenian tersebut pada event-event seni budaya baik ditingkat Local, Nasional bahkan Internasional.

     
    UPACARA ADAT SEDEKAH LAUT PANTAI BARON
    Written by Lutfi, Budpar Gk.   
    There are no translations available.

    Upacara tradisi yang merupakan warisan leluhur nenek moyang sudah banyak dihilangkan oleh penerusnya, namun lain halnya dengan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul yang warganya masih kental memelihara adat istiadatatnya n buktinya nyata adalah yang akan dilakukan oleh masyarakat dipesisir Pantai Baron besok pada Kamis (17/12), yang akan mengadakan perayaan Upacara Adat Sedekah Laut Pantai Baron. Budaya adat yang beragam di kabupaten Gunungkidul senantiasa bisa memancarkan pesona wisata yang menumbuhkan rasa kecintaan terhadap  budaya bangsa Indonesia khususnya di Gunungkidul.

    Penyelenggaraannyapun telah dikemas sedemikian rupa bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Gunungkidul sehingga pesona yang unik dan menarik itupun diupayakan bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung di obyek wisata tersebut, yang akan berdampak pada tergeraknya perekonomian masyarakat dan berujung pada peningkatan PAD Gununghkidul.

    Guna menambah daya tarik wisatawan kemasan sedekah laut Pantai Baron akan diikuti pula dengan serangkaian kegiatan Baksos dilingkungan obyek wisata, kenduri, larungan ubo rampe(jodhang/gunungan) ke tengah lautan, ramah tamah dengan semua peserta upacara adat, seni tradisional dan ucapan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah memberkahi dan emmberikan keselamatan selama mereka mencari rejeki di pesisir Pantai Baron tersebut.

     
    AIR KEHIDUPAN GUNUNG KENDIL
    Written by Lutfi, Budpar Gk.   
    There are no translations available.

     

    Kontur tanah yang berbukit-bukit dengan batuan keras, kering dan tandus menjadi pandangan khas kondisi wilayah Kabupaten Gunungkidul.  Kondisi wilayah yang demikian menjadikan air menjadi barang yang sangat berharga bagi masyarakat Gunungkidul.  Karena memang sangat sulit mendapatkan air, apalagi di daerah-daerah pengunungan.  Menjadi sebuah keajaiban dari sang pencipta bila dari tanah berbatu itu muncul sumber air.

    Tetapi, keajaiban itu terjadi di sebuah perbukitan tandus yang bernama Gunung Kendil, tepatnya dua ratus meter ke sebelah timur Kecamatan Ponjong.  Dari atas bukit dari dalam  batu di tengah hutan jati muncul sumber air yang selain dapat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, konon juga memiliki tuah untuk kesembuhan berbagai penyakit.

    Dari cerita-cerita masyarakat sekitar, Gunung Kendil dikenal sebagai tempat yang wingit dan angker.  Gunung yang bersebelahan dengan Gunung tengah itu dikenal sebagai kerajaan makhluk halus, dan banyk dihui oleh binatang-binatang berbisa, seperti ular, kalajengking, ketonggeng, dll.

    Ada juga cerita-cerita lain yang menyatakan, bahwa di hutan dikaki Gunung Kendil pernah menjadi tempat ‘bertirakat’ memohon ‘penyuwunan’ bagi masyarakat yang memiliki keinginan-keinginan dalam kehidupannya.  Ada yang ingin memiliki ilmu kanuragan, mohon keselamatan, mohon sukses dalam usaha dan keinginan-keinginan lainnya.

    Cerita lain juga menyebutkan, bahwa Gunung Kendil juga menjadi tempat pertemuannya para wali dalam menyebarkan agama Islam.  Maka tidak mengherankan apabila saat dilakukan pencarian air ditemukan apabila saat dilakukan pencarian air ditemukan semacam bekas saluran air sebesar pipa air ukuran ½ dim yang konon dipakai untuk wudhu.

    Banyak misteri yang tersimpan di ‘keangkeran’ Gunung Kendil.  Konon nama Gunung Kendil juga memiliki arti yang sulit untuk dipecahkan oleh masyarakat sekitar.  Nama Gunung Kendil sebenarnya memiliki arti yang mungkin bagi yang dapat membaca makna misteri dibalik nama Gunung Kendil dapat menjadi semacam petunjuk untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dari Gunung Kendil.

    Masyarakat sekitar mengatakan, nama Gunung Kendil itu, selain memang gunung yang tidak begitu tinggi dan berada di tengah-tengah masyarakat itu bentuknya menyerupai sebuah kendil.  Namun dibalik itu semua muncul juga cerita, bahwa dibawah atau didalam gunung tersebut ada kendil yang berisi emas.  Banyak masyarakat yang ‘di-impeni’ ketika akan mengambil kendil yang berisi emas dari dalam gunung itu selalu tidak berhasil.  Ketika sudah terpegang tangan, tiba-tiba saja kendil itu lepas (merucut).

    Misteri tersebut terus menyelimuti masyarakat sekitar Ponjong sampai pada akhirnya sekitar tahun 2006-2007 sesepuh masyarakat Ponjong yang bernama Sutrisno Mayaretno yang dikenal dengan Eyang Maya menemukan sumber air, yang konon air tersebut memiliki ‘daya’ atau kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan hingga kini banyak wisatawan yang berkunjung dengan berbagai motivasi antara lain ingin mendapatkan kesembuhan dari sakit yang dideritanya, rekreasi dengan keluarga, mengaji/belajar ilmu agama bahkan banyak yang penasaran dengan tuah airnya yang memang setelah diuji laboraturium mempunyai kandungan oksigen yang tinggi, sehingga kemasan yang baikpun telah dibuat dengan nama AIR DOA atau ARDO.

     

     
    KIRAB BUDAYA BERSIH GUNUNG API PURBA
    Written by Kebudayaan dan Pariwisata Gk.   
    There are no translations available.

    Kirab Budaya Bersih Desa Masyarakat Nglanggeran, merukakan kegiatan rutin yang masih dipelihara oleh masyarakat sekitar Gunung Api Purba atau Gunung Nglanggeran yang berada di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul.  Pada perkembangannya banyak wisatawan yang berdatangan kelokasi Gunung Api Purba yang sangat menarik untuk dikunjungi dengan alam lingkungan yang bersih dan indah, sehingga dengan semangat tinggi warga dan pemudanya dalam wadah karang taruna Bukit Putra Mandiri, selalu berbenah untuk menyambut setiap wisatawan yang berkunjung.

    Puncak dari kegiatan Bersih Desa Nglanggeran dilaksanakan di Joglo kalisong Minggu(13/12), Acara akan dimulai jam 10.00 WIB sampai selesai dipastikan acara tersebut akan meriah dan mendorong kehadiran wisatawan berikut sebagai ajang promosi potensi wisata daerah.

    Direncanakan akan diundang tamu-tamu penting baik Pejabat Pemda setempat,  Ketua Karang Taruna Provin dan para pelaku wisata di provinsi DIY, kedatangan para tamu tersbut akan dihibur dengan pementasan seni budaya daerah berupa Kethek Ogleng, Jathilan dan reog.

    Silahkan para pembaca yang belum pernah menghadiri ajang Kirab Budaya untuk menyaksikan event ini.